Sunday, January 25, 2015

Berdoa, cuma itu

Pernah engga lagi ngerasa diri kita sedang kepikiran amat sangat akan sesuatu, tapi kita gak tau gimana caranya dapet solusi terbaik? Si sesuatu ini bukan hal-hal semacam tesis atau tas oke di etalase toko ya. Kalo ini tentang tesis, ya selalu ada solusi untuk itu. KERJAIN. Kalo ini perihal tas, sepatu, syalala ya solusinya cuma BELI kalo punya duit, ato YAUDAH SABAR, NABUNG AJA DULU kalo lagi ga punya duit. Pokonya, "sesuatu" ini adalah sesuatu yang sifatnya tidak di bawah kontrol diri kita.

Walaupun segala daya upaya udah dikerahkan, pasukan udah dikirim ke medan perang, kita pun udah turun tangan, tapi tetep si "sesuatu" itu mengusik pikiran dan hati kita. Mau cerita sama orang tua, sungkan. Cerita sama teman udah, tapi tetep buntu. Pokoknya kayaknya ga ada yang bisa bantuin kita nyelesein perihal pikiran dan hati tersebut. Akhirnya nih, kita sampai di kondisi dimana kita hanya bisa berdoa, dalam sunyi dan senyap dan penuh air mata, lima kali sehari atau bahkan lebih, sama Dia yang Maha Kuasa. Sebab ya.. ke mana lagi tempat kita meminta selain Dia kan?

Dengan curhat sama empunya hati dan pikiran manusia, rasanya sesuatu banget. Kita bisa dapetin kepuasan yang gak pernah kita dapetin ketika kita cerita ke orang lain. Kita cerita dalem hati pun, Dia yang Maha Mengetahui udah paham apa yang kita pikirin, apa yang jadi kegelisahan hati kita, apa yang kita mau. Karena cuma Dia yang dekat sama kita, lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Kita ga usah deh tuh yang namanya capek-capek ngetik di aplikasi chat handphone buat cerita ke temen. Ga usah ngeluarin pulsa buat bimbingan konseling sama sobat, sekalipun sobat kental manis. Cukup dengan ambil air wudhu, angkat tangan, menengadahkan kepala sambil duduk manis. Mau sampai mewek-mewek juga gak malu. Mau sampe keluar umbel juga ga peduli (ya tapi bersihin juga sih). Yang jelas, berdoa cerita dan minta ke Allah Tuhan semesta alam itulah the best solution. 

Source: Mbah google

Tapi gimana nih kalo misalnya kita udah berdoa, cerita apa yang jadi kegelisahan hati kita, minta apa yang kita pengen tanpa absen setiap harinya, terus kita ngerasa pengen udahan aja mendoakan hal tersebut. Boleh ga? Jawabnya, boleh kok. Doa itu udah sampai kepada-Nya. Jadi solusi setelah itu cuma satu: SABAR. Kita tinggal tunggu aja kapan Allah bakal mengabulkan doa kita. Apakah pasti dikabulkan? Ya itulah salah satu keutamaan doa, kita harus yakin bahwa suatu saat Allah bakal ngabulin doa kita selama doa itu bukanlah doa untuk keburukan yang mendatangkan dosa atau putusnya tali silaturahmi. Kalaupun gak doa kita pasti bakal disegerakan, doa itu juga bisa jadi pelindung kita dari musibah, atau diganti dengan pahala untuk tabungan akhirat nanti seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang bukan untuk perbuatan dosa, dan bukan untuk memutus persaudaraan, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga macam, ada kalanya Allah menyegerakan untuknya apa yang diminta, ada kalanya Allah menjadikannya sebagai simpanan untuknya di akhirat, dan ada kalanya Allah menghindarkannya dari keburukan (mushibah) yang semisalnya”. Para shahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak (berdoa)”. Nabi SAW bersabda, “Allah lebih banyak (karunianya)”. [HR. Ahmad, Al-Bazzar, Abu Ya’la dengan sanad-sanad jayyid, dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Baik yah Allah. Jadi, apa yang harus kita lakukan selanjutnya adalah sabar. Dan ikhlas. Aduh, rasanya dengernya kok berat ya.. Ya justeru di situlah letak ujian yang sesungguhnya, yaitu ketika kita harus sabar dan ikhlas. Apakah kita bakal sabar nunggu "kado" dari Allah tersebut, atau kita bakal balik kanan bubar jalan terus pundung sama Allah? Naudzubillahimindzalik. Gak boleh sob.. 

Ada yang bilang nih, kondisi ngerasa di posisi "paling bawah" and seems like nobody can help us but Allah, itupun sebetulnya memang udah di set sama Allah. Kenapa? Ya supaya kita larinya cuma ke Allah, mintanya cuma sama Dia. Gak mungkin ke dukun kan. Atau bisa jadi mungkin Allah saking sayang dan kangennya sama kita jadi pengen kita lebih sering ngobrolnya sama Dia, mesra-mesraan di setiap penghujung shalat. Wallahualam. Somehow, gw pribadi bersyukur gw sedang dalam posisi itu soalnya gw ngerasa "kamana wae atuh neng, tungtungna.." kalo engga, mungkin gw jadi "si neng meureun tos hilap". Duh! Naudzubillahimindzalik...

Yah, apapun masalahnya, curhat dan mintalah sama Allah. Dijamin tokcer menumpas kegalauan dan kegelisahan hati. Yakin kalo doa kita bakal dikabulin dan yakin apapun kesulitan kita pasti Dia akan memudahkannya. Fainnama'al 'usriyusroo. Innama'al 'usriyusroo. Faidzaa farogtafangshob. Wailaa robbikafargob. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. 

ps: baca deh surat Alam Nasyrah tiap solat. adem ayem sssh haah 

No comments:

Post a Comment