Saturday, February 14, 2015

YODO: You only die once

Tadinya, gw mau ngepost essay temuan masa-masa diklat PROKM yang tempo hari gw ceritain itu, temanya "apakah hidup ini perlu dimaknai atau tidak?". Cuma setelah gw baca lagi, gw gak dapet poin dari apa yang gw tulis itu hahaha. Nah yang mau gw tulis sekarang ini temanya beda dikit lah: bagaimana kita memaknai hidup?

Jadi bagaimana sih kita memaknai hidup? Tentunya setiap orang memaknai hidup masing-masing dengan cara yang berbeda. Adalah yang bilang hidup itu perjuangan, hidup itu misteri, hidup itu ibadah, hidup itu panggung sandiwara, hidup itu cuma sekali (istilah kerennya YOLO: you only live once), dll. Kalo gw sendiri, gw memaknai hidup ini sebagai pertanggungjawaban, because you only die once. YODO, not YOLO. 



Ngomong naon sateh neng. Haha. Jadi gini. Entah kenapa, gw kurang setuju dengan jargon YOLO. YOLO itu buat gw konotasi yang artinya cenderung kita hajar aja lah apapun yang pengen kita lakuin, ga usah pake mikir dua kali, kapan lagi bisa gini bisa gitu, mumpung masih hidup. Soalnya hidup kan cuma sekali. Hajar bleh! Terus nanti ketika diminta pertanggungjawabannya sama Yang Mahakuasa, bingung deh. Padahal kan kita hidup berkali-kali sooob, mati yang cuma sekali. Setelah kematian itu, kita bakal dibangkitkan lagi di hari akhir, setelah malaikat Israfil niupin sansakala yang kedua kalinya. Habis itu? Yaudah kita hidup kekal dari mulai dikumpulin di Padang Mahsyar sampai kehidupan akhirat setelah pertanggungjawaban kita diminta. Apakah akan hidup kekal di surga atau di neraka.

Jadi maksudnya hidup ini pertanggungjawaban, adalah karena apapun yang kita perbuat selama hidup di dunia akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Bagaimana ibadahnya, bagaimana sikap kita dalam menghadapi ujian hidup, bagaimana kita menghabiskan waktu kita semasa hidup, bagaimana kita mengelola rezeki yang udah dikasih Allah (kesehatan, uang, dll). Pokoknya setiap apapun yang kita lakukan itu kita harus pertanggungjawabkan nanti. Jadi pikir-pikir dulu dah apa yang dikerjain selagi hidup. Ini notes buat diri sendiri sih, karena gw ngerasa masih sering nyia-nyiain waktu. 

Dunia mah da apa atuh panggung sandiwara kata Nicky Astria juga. Eh tapi bener, God says.


"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui" (Q.S. Al-Ankabut:64). 

Dan banyak lagi ayat lain yang serupa. So, YOLO? Nope. YODO.


or YODA?

No comments:

Post a Comment