Sunday, July 3, 2016

Sampai Lupa Rasanya Mudik (DUC #3)

Andaikata mudik didefinisikan sebagai perjalanan pulang ke kampung halaman dalam rangka merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar dan handai taulan via jalan darat bersama keluarga tercinta, gue jadi bertanya-tanya: 

Kapan ya gue terakhir mudik? Rasanya 5 tahun yang lalu deh...

Kampung halaman gue, Kerinci, yang letaknya nun jauh di Pulau Sumatera, sebenernya terakhir gue kunjungi Agustus-September 2013. Namun "pulang kampung" waktu itu gak bisa dibilang mudik sih kalo kita mengacu ke definisi mudik tadi. Dulu gue pulang kampung naik pesawat ke Padang, dengan tujuan utama sebenernya buat naik Gunung Kerinci. Itu pun gue pulang kampung gak sama keluarga alias alone. 

Mudik itu punya sensasi lain. Nah si sensasinya itu justru dapetnya selama di perjalanan, bukan pas udah sampe kampung. Gimana rasanya lo melakukan perjalanan darat sama keluarga selama 2-3 hari lamanya, macet-macetan di jalan waktu antri masuk kapal, menikmati pemandangan di kiri dan kanan, ketemu keluarga lain yang sama-sama mau mudik, janjian konvoi selama ngelewatin jalan lintas sumatera yang terkenal horor dan banyak "bajing luncat", mandi di toilet umum karena bau badan lo sampe udah bisa ngusir setan, ngeliat satwa-satwa liar berkeliaran bebas di hutan sumatera, sampai akhirnya momen ketika lo sampai di rumah nenek. Itu sesuatu banget bero! Lo bener-bener quality time sama keluarga lo. 

Tahun ini keluarga gue gak mudik. Mereka udah mudik tahun lalu sedangkan gue tahun lalu lebaran entah di negri mana. Mudah-mudahan ada kesempatan gue mudik lagi sama keluarga gue, sebelum nanti gue mudik ke kampung orang. 



Mudik 2010, masih ada tino akyuu.. Lokasi: Danau Kerinci

Mudik 2011. Lokasi: rumah tino (dari papa)

Bonus. Mudik 2010. Lokasi: Kebun teh Kayu Aro


6 comments:

  1. kamu anaknya mudik bgt siiich #moody

    ReplyDelete
  2. Siapakah orang yang kampungnya akan lo mudikin?
    Kita tunggu jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai jawabnya ada di ujung langit, kita ke sana dengan seorang anak, anak yang tangkas, dan juga pemberaniiii

      Delete
    2. yaz ngasi komentar yang berfaedah dikit yaz

      Delete